Nabila Ghassani | The World to Wonder, Ourselves to Dive In

Pernah nggak, kamu dapat jawaban dari langit-langit kamar ketika kamu bertanya sama diri sendiri “Sebenernya, aku ini siapa, sih?”
…. No?

Published

Nabila Ghassani

Human and its complex emotions is always an interesting topic to dive in, dan gimana kalau kita bilang kalau kamu udah punya “settingan” di dunia ini? Well, meet Nabila Ghassani, a human design practitioner yang bisa bantu bacain apa sih peran kamu di dunia.

 

Human design itu intinya adalah blueprint. Jadi, setiap manusia itu terlahir dengan blueprint masing-masing. Kita tuh udah punya manual guidebook.

Tentang Human Design, Penemuan Diri, dan Cinta Kasih

Setelah tau peran kamu di dunia dengan Human Design, kamu bisa mengenali diri kamu dengan lebih jauh. Dunia ini udah rumit, tapi kamu bisa ngelakuin pendekatan yang lebih simpel kalau kamu udah kenal dengan diri sendiri, like— while it gets defined by your taste in music or movies, and how you do your routine. Anyway, tipe Human Design itu ada lima, yaitu manifestor, generator, manifestor generator, projector, dan reflector. Masing-masing kita tuh punya peran dan porsinya sendiri-sendiri buat hidup di dunia ini.

Dan ternyata self discovery bukan tentang kamu di hari ini. Besides having compassion for your current self, kita ternyata harus lempar bolanya sampe ke belakang, buat nemuin orang yang perlu kita nurture dan berikan belas kasih, and this person somehow can help to unlock the kinder and compassionate you, and this guy is *drum rolls* the child version of yourself. Nabila bilang, kita tuh sebenernya udah punya kesadaran sejak kecil, bahkan sebelum usia sepuluh tahun. Kita udah ada kesadaran sejak lahir, lho! While it shapes how we becoming, but it does not define who we are, the hope for change is  still out there!

Live well, humans. Reflect on yourself, rise above, and bring your best to the world around you.

Tentang Human Design, Penemuan Diri, dan Cinta Kasih

And for sure, the helper of it all: love, and compassion, seringkali yang dibutuhkan cuma cinta untuk diri sendiri, and somehow, when this time doesn’t meet your needs, you’re looking for love in the wrong places, when the answer all along is within you. Just like Nabila said as a therapist, “Yang bisa menyembuhkan seseorang itu cinta, client itu hanya butuh kita hadir dengan rasa empati dan dengan rasa cinta kasih. Kadang, it’s not about the technique, tapi tentang rasa yang bisa kita hadirkan.”

Pada akhirnya, apapun yang ada di sekitar kamu, kalau kita menjadi pribadi yang penuh kasih, jalan hidup pasti akan lebih baik dan juga lebih ringan. Jangan lupa jaga diri kamu dengan atur nafas, berdo’a, bersihkan diri.

 

 

 

Share this article

LinkedIn
Facebook
Threads
Facebook

Other Stories